Ironi Serpong: Berobat Ingin Sehat, Malah Disambut Bau Busuk Sampah Depan Puskesmas!

TANGERANG SELATAN, DMBGLOBAL.CO.ID – Warga dan pasien di sekitar Serpong digegerkan dengan pemandangan tak sedap di fasilitas kesehatan publik. Tumpukan sampah rumah tangga terlihat menggunung, memenuhi area pinggir jalan tepat di depan Puskesmas Serpong 1, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat (12/12/25).

Aroma busuk yang menyengat dari gunungan sampah ini dilaporkan sudah dibiarkan berhari-hari, menimbulkan ketidaknyamanan serius bagi masyarakat yang berobat.

Bau Sampah Mencapai Ruang Pelayanan
Dari pantauan di lokasi, sampah didominasi oleh limbah rumah tangga, mulai dari yang terbungkus rapi di karung hingga barang besar seperti kasur dan bekas kotak sayuran yang dibuang begitu saja. Parahnya, tumpukan limbah ini hanya berjarak sekitar 30 meter dari ruang pelayanan Puskesmas, yang diketahui merupakan aset milik Universitas Indonesia (UI) yang dikelola bersama Pemkot Tangsel.

Dampaknya, bau tak sedap tercium kuat hingga ke dalam area Puskesmas.

Seorang ibu bernama Via (25), yang tengah mengantar anaknya berobat, mengungkapkan keluhannya. “Aromanya kecium banget, dan bikin gak nyaman,” ujar Via.

Warga dan pasien di sekitar Serpong digegerkan dengan pemandangan tak sedap di fasilitas kesehatan publik. Tumpukan sampah rumah tangga terlihat menggunung, memenuhi area pinggir jalan tepat di depan Puskesmas Serpong 1, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat (12/12/25).
Sampah menggunung depan Puskesmas Serpong 1 Tangerang Selatan. (Foto: Dok. Tribun Banten)

Ia menilai, keberadaan sampah di fasilitas kesehatan sangat tidak etis. “Menurut saya sih kurang etis yah, soalnya ini kan fasilitas kesehatan, orang yang kesini kan mau berobat dan kalau gini jadi kurang nyaman juga,” tambahnya.

Diduga Akibat Penutupan TPA Cipeucang
Pengelola Gedung Puskesmas Serpong 1, Dayat (54), membenarkan kondisi memprihatinkan ini. Ia menyebut tumpukan sampah tersebut sudah terlihat sejak lima hari terakhir, tepatnya mulai hari Minggu.

“Sampahnya itu sudah dari hari Minggu kemarin, artinya sudah lima hari,” kata Dayat.

Dayat menduga parahnya penumpukan sampah ini terkait dengan adanya penutupan sementara TPA Cipeucang yang sedang diperbaiki. Meskipun area tersebut sudah sering menjadi lokasi pembuangan ilegal dalam enam tahun terakhir, biasanya sampah selalu diangkut pada pagi hari.

“Tapi selama lima hari ini sampahnya dibiarin aja,” jelasnya.

Tuntutan Pengelola Agar Puskesmas Bersurat ke DLH
Mengingat Puskesmas merupakan fasilitas vital, Dayat berharap pihak Puskesmas Serpong 1 dapat segera bertindak, salah satunya dengan melayangkan surat pemberitahuan atau teguran kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel.

“Puskesmas ini kan aset punya UI yang dikerjasamakan dengan Pemkot Tangsel, nah jadi kami hanya mengelola gedung ini saja,” ucapnya.

“Seharusnya dari Puskesmas ini yang bersurat ke DLH, bilangin jangan numpuk sampah di situ lagi. Soalnya ganggu banget fasilitas kesehatan jadi tempat pembuangan sampah,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pegawai Puskesmas Serpong 1, inisial DN, mengaku belum mendapatkan keluhan langsung melalui kotak saran, namun ia secara pribadi sepakat bahwa adanya sampah di sekitar fasilitas publik seperti Puskesmas adalah hal yang kurang etis.

Saat ditanyakan mengenai usulan pengelola agar Puskesmas bersurat ke DLH, DN menyatakan tidak memiliki kewenangan.

“Saya cuma pegawai di sini, tapi nanti coba saya bilang ke pimpinan. Karena kalau itu kan pimpinan yah yang berwenang,” pungkasnya.

Warga berharap Pemkot Tangsel, melalui DLH, dapat segera mengambil tindakan tegas untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut demi kenyamanan dan kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan publik.* (Sumber: Tribunbanten.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *