DENPASAR, DMBGLOBAL.CO.ID – Strategi penguatan ekonomi hijau di berbagai daerah kini semakin didorong oleh pengelolaan limbah yang berfokus pada pemanfaatan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle).
Material yang semula hanya dipandang sebagai residu tanpa nilai, kini bertransformasi fungsi menjadi bahan baku untuk produk kerajinan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan estetika, tetapi juga menjunjung tinggi keberlanjutan lingkungan.
Dalam kerangka ekonomi sirkular, beberapa jenis limbah dimanfaatkan kembali melalui proses pemilahan, pembersihan, dan rekayasa desain.
Pendekatan ini secara signifikan mengurangi beban pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), memperpanjang siklus hidup material, sekaligus menekan eksploitasi sumber daya alam primer.
UMKM Redivivus: Mengubah Sampah Menjadi Peluang
Pemilik UMKM Redivivus, Ayu Diah Prameswari, mengonfirmasi kepada awak media di Denpasar mengenai praktik ini.
Ia menjelaskan bahwa perusahaannya secara aktif mengolah berbagai sampah yang berserakan, bahkan sisa bahan dari produk yang reject, untuk diolah kembali menjadi produk baru.
“Kita mengolah dari sampah yang berserakan, sisa bahan dari produk yang reject dapat diolah kembali menjadi produk lain,” ujar Ayu Diah pada Kamis (11/12/25).
Peran Kunci UMKM dan Inklusi Sosial
Ayu Diah menekankan bahwa Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran sentral dalam pengembangan kerajinan berbasis limbah.
Melalui inovasi desain dan adaptasi teknologi sederhana, limbah diubah menjadi beragam produk seperti tas, aksesori, perabot rumah, hingga dekorasi interior.

Aktivitas ini menciptakan rantai nilai baru yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara simultan.
Selain itu, model bisnis ini juga menciptakan inklusi sosial yang nyata. Redivivus menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang sebelumnya berada di hilir rantai sampah.
“Bekerja sama pula dengan pemulung dengan mengumpulkan bahan, kemudian setelah diolah, penjahit rumahan kami libatkan untuk susunan lanjut dari proses pembuatan beberapa produk,” tambahnya.
Pemanfaatan limbah sebagai bahan baku menawarkan efisiensi biaya produksi, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat yang terlibat.
Daya Tarik Narasi Keberlanjutan
Produk kerajinan berbasis limbah memiliki keunikan berupa narasi keberlanjutan yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar.
Konsumen tidak hanya membeli barang, tetapi juga secara langsung berpartisipasi dalam praktik konsumsi yang bertanggung jawab.
Dengan adanya sinergi antara kebijakan yang mendukung, inovasi teknologi sederhana, dan partisipasi aktif masyarakat, pemanfaatan limbah sebagai sumber produk kerajinan berpotensi menjadi salah satu penggerak utama dalam transisi menuju ekonomi hijau yang bersifat inklusif dan berkelanjutan di masa depan.* (Sumber: RRI.co.id)
