
JAKARTA, DMBGLOBAL.CO.ID – Sampah masih menjadi permasalahan rumah tangga yang cukup umum di masyarakat.
Menurut World Health Organization (WHO), sampah adalah sisa dari aktivitas manusia atau proses alam yang sudah tidak terpakai, tidak diinginkan, atau dianggap tidak bernilai.
Bentuknya bisa padat, cair, maupun gas, dan berasal dari berbagai sumber seperti rumah tangga, industri, maupun alam.
Berdasarkan sifatnya, sampah dibagi menjadi tiga jenis:
Sampah Organik – berasal dari sisa makhluk hidup yang mudah terurai, seperti sisa makanan dan daun. Sampah jenis ini bisa diolah menjadi kompos.
Sampah Anorganik – berasal dari bahan non-hidup, sulit terurai, tetapi dapat didaur ulang.
Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) – mengandung zat berbahaya seperti baterai, cat, dan obat-obatan.
Dampak Sampah
Sampah tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah serius:
Kesehatan: Menyebabkan penyakit seperti diare, demam berdarah, hingga gangguan saraf dan kanker.
Lingkungan: Memicu pencemaran air dan udara, kerusakan ekosistem, banjir, dan longsor.
Sosial dan Ekonomi: Menurunkan kualitas hidup, menimbulkan bau dan polusi visual, serta meningkatkan biaya penanganan sampah bagi pemerintah dan masyarakat.
Cara Mengurangi Sampah dan Menghasilkan Uang

Beberapa langkah kreatif dapat mengurangi sampah sekaligus memberi keuntungan:
Jual ke Bank Sampah – Kumpulkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan minyak bekas untuk dijual per kilogram.
Buang Minyak Bekas ke Pom Bensin – Beberapa pom bensin menerima minyak goreng bekas melalui mesin UCOllect Box dengan harga Rp6.000/liter yang dikonversi ke saldo e-wallet.
Budidaya Maggot – Sisa makanan basah bisa diolah menjadi pakan maggot. Maggot yang besar bisa dijadikan tepung atau pakan ternak alternatif.
Dengan kesadaran dan pengelolaan yang tepat, sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan peluang ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.* (Sumber: Detikom)
