Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Solok Gelar Gotong Royong Massal dan Edukasi Pengelolaan Sampah

Gotong royong dan edukasi pengelolaan sampah di Solok dorong warga pilah sampah dari sumber demi lingkungan bersih.
Gotong royong dan edukasi pengelolaan sampah di Solok dorong warga pilah sampah dari sumber demi lingkungan bersih. (Foto Ilustrasi/AI ChatGpt)

SOLOK, DMBGLOBAL – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, menggelar kegiatan gotong royong massal dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga di kawasan perkantoran Arosuka.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Aksi gotong royong difokuskan pada pembersihan lingkungan di kawasan perkantoran Arosuka. Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah rumah tangga guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, mengatakan bahwa sampah rumah tangga masih menjadi salah satu persoalan utama dalam pengelolaan lingkungan. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Setiap rumah tangga memiliki peran penting dalam melakukan pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Melalui gerakan gotong royong dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan, kita berharap dapat membangun budaya hidup bersih serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Asnur, SH., MM, menjelaskan bahwa kebijakan pengelolaan sampah saat ini mengarah pada penerapan konsep ekonomi sirkular. Melalui pendekatan tersebut, material yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi beban pengangkutan maupun penimbunan sampah di TPA.

Menurut Asnur, pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan salah satu strategi yang efektif untuk menekan timbulan sampah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang melalui bank sampah dan unit pengelolaan sampah terpadu.

“Dengan pendekatan ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali,” katanya.

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Solok juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai aksi nyata, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, melakukan pemilahan sampah rumah tangga, mendukung kegiatan bank sampah, serta aktif mengikuti kegiatan gotong royong di lingkungan masing-masing.

Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mendukung pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat untuk generasi mendatang.*

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *