Gerakan Tobat Ekologis Diluncurkan Agustus 2026, KLH Target Tanam 2 Miliar Pohon

KLH luncurkan Tobat Ekologis Agustus 2026 dengan target tanam 2 miliar pohon dan ciptakan green jobs
KLH luncurkan Tobat Ekologis Agustus 2026 dengan target tanam 2 miliar pohon dan ciptakan green jobs. (Foto: dok. Humas KLH)

TANGERANG, DMBGLOBAL – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan meluncurkan gerakan nasional Tobat Ekologis pada Agustus 2026 sebagai upaya membangun kesadaran kolektif dalam memulihkan kondisi lingkungan di Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat mengatakan gerakan tersebut lahir dari refleksi bahwa kerusakan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.

“Tobat ekologis dilatarbelakangi kita sebagai bangsa bersalah secara kolektif abai terhadap lingkungan yang memberikan kehidupan kepada kita. Semua bersalah, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, hingga masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan,” ujar Jumhur.

KLH meluncurkan Gerakan Tobat Ekologis pada Agustus 2026 dengan target menanam 2 miliar pohon dan menciptakan green jobs.
KLH meluncurkan Gerakan Tobat Ekologis pada Agustus 2026 dengan target menanam 2 miliar pohon dan menciptakan green jobs. (Foto: dok. Humas KLH)

Menurutnya, gerakan Tobat Ekologis tidak hanya mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan, tetapi juga disertai langkah nyata yang difasilitasi pemerintah. KLH akan menyiapkan panduan, metode, serta pendampingan agar upaya pemulihan lingkungan dapat dilakukan secara terarah.

“Setelah masyarakat memiliki kesadaran untuk bertobat, KLH akan memberikan fasilitas dan panduan agar langkah-langkah pemulihan lingkungan dapat dilakukan dengan baik,” katanya.

Tobat Ekologis menjadi gerakan nasional KLH untuk memperbaiki lingkungan dengan melibatkan pemerintah, usaha, dan masyarakat.
Tobat Ekologis menjadi gerakan nasional KLH untuk memperbaiki lingkungan dengan melibatkan pemerintah, usaha, dan masyarakat. (Foto: dok. Humas KLH)

Salah satu program utama dalam gerakan tersebut adalah penanaman 2 miliar pohon di berbagai daerah di Indonesia. Program ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Selain memberikan manfaat ekologis, pemerintah menilai program penanaman pohon juga akan membuka peluang kerja baru di sektor lingkungan atau green jobs. Kesempatan kerja tersebut mencakup pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan pohon.

Tobat Ekologis menjadi gerakan nasional KLH untuk memperbaiki lingkungan dengan melibatkan pemerintah, usaha, dan masyarakat.
Gerakan Tobat Ekologis digagas KLH sebagai upaya pemulihan lingkungan melalui penanaman 2 miliar pohon di Indonesia. (Foto: dok. Humas KLH)

Jumhur menegaskan, keberhasilan gerakan Tobat Ekologis membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat berkolaborasi untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui gerakan nasional tersebut, pemerintah berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya bersama sehingga persoalan kerusakan ekosistem dan pencemaran dapat ditekan secara bertahap.*

Sumber: Humas KLH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *