Pusat Tinjau TPAS Galuga, Pastikan Proyek Energi Listrik dari Sampah Jalan Terus

CIBUNGBULANG, DMBGlobal – Pemerintah pusat memastikan peristiwa kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak mengganggu operasional harian maupun persiapan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Tim gabungan dari Kemenko Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Danantara turun langsung meninjau lokasi penanganan pada Selasa (15/9/2026).

Asisten Deputi Ekonomi Sirkuler dan Dampak Lingkungan Kemenko Pangan, Rofi Alhanif, mengonfirmasi bahwa kobaran api hanya membakar zona tidak aktif di sisi timur kawasan pengelolaan sampah tersebut.

TPAS Galuga Bogor Aman, Proyek Pengolahan Sampah PSEL Tetap Lanjut
TPAS Galuga Bogor Aman, Proyek Pengolahan Sampah PSEL Tetap Lanjut. (dok. Antara)

“Bagian yang terbakar merupakan zona tidak aktif, kurang lebih lima hingga enam hektare, dan tidak mengganggu operasional sampah sehari-hari,” kata Rofi saat memantau kondisi lapangan.

Menurutnya, kobaran api dan kepulan asap utama kini sudah tidak terlihat secara visual. Tim lapangan yang diperkuat personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan berfokus melakukan pendinginan (cooling down) di area yang masih menyimpan suhu hangat untuk mencegah munculnya titik api baru dari dalam tumpukan sampah.

Kebakaran berawal dari lahan pertanian warga yang berbatasan dengan TPAS Galuga pada Senin (7/9/2026) pukul 16.00 WIB, sebelum akhirnya merembet ke tumpukan sampah lama. Luas area terdampak sempat meluas dari 5,5 hektare menjadi 8,4 hektare pada Selasa (8/9/2026).

Data Pemkab Bogor menunjukkan sisa area penanganan per Senin (14/9/2026) tinggal menyisakan 1,4 hektare di bagian utara serta 1.000 meter persegi di bagian timur. Sementara itu, penanganan zona selatan yang dikelola langsung oleh Pemkab Bogor sudah dinyatakan tuntas.

Penanganan darat dan udara dikerahkan penuh secara nonstop 24 jam dengan sistem tiga sif. Tim gabungan yang terdiri dari Damkar, BPBD, PMI, DLH, TNI, dan Polri turut didukung helikopter TNI Angkatan Udara yang melancarkan aksi penyiraman udara (water bombing) hingga 10 sorti.

Untuk mengatasi kendala jangkauan armada pemadam, Pemkab Bogor membuat embung darurat sedalam 1–2 meter sebagai sumber air terdekat yang dialirkan via mesin pompa hingga sejauh 2 kilometer.

Selain itu, drone termal Mata Garuda diterbangkan setiap jam guna memetakan lokasi bara tersembunyi. Titik panas yang terdeteksi langsung dikeruk alat berat lalu disemprot air.

Sistem pelayanan pembuangan sampah yang sempat dihentikan total selama satu hari pada 8 September 2026 kini telah berjalan normal setelah dibuka kembali secara bertahap sejak 9 September 2026.

Bupati Bogor Rudy Susmanto optimistis pemadaman tuntas dalam waktu dekat agar prosesi peletakan batu pertama proyek pengolahan sampah berjalan sesuai rencana. “Mudah-mudahan sebelum 17 September dapat tuntas dan terselesaikan semuanya,” tutur Rudy.

Proyek PSEL tersebut dijadwalkan bakal dikerjakan oleh investor asal China, Huaming Group. Selain PSEL, Pemkab Bogor bekerja sama dengan Mabes TNI juga akan membangun fasilitas pirolisis pengolah sampah menjadi bahan bakar minyak di area sekitar pintu masuk TPAS Galuga.*

Sumber: Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *