
TANGERANG, DMBGLOBAL.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatatkan pencapaian positif dalam hilirisasi limbah.
Sepanjang tahun 2025, DLH sukses mengonversi sampah di TPA Rawa Kucing menjadi 200 ton Refuse Derived Fuel (RDF) yang digunakan sebagai sumber energi terbarukan.
Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengungkapkan seluruh hasil produksi RDF tersebut telah diserap oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI).
Perusahaan tersebut memanfaatkan hasil olahan sampah sebagai bahan bakar alternatif guna menggantikan sumber energi konvensional.
Solusi Strategis Kurangi Beban TPA
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kondisi TPA Rawa Kucing yang kian terbatas menuntut pemanfaatan teknologi tepat guna.
Wawan menegaskan bahwa metode RDF merupakan kunci untuk menekan volume tumpukan sampah sekaligus menciptakan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
“Karena kapasitas TPA Rawa Kucing saat ini sudah sangat terbatas, kami akan memasifkan program pengelolaan sampah langsung dari sumbernya. Harapannya, sampah tidak lagi sekadar dibuang, tapi dikelola hingga memiliki nilai ekonomi bagi warga,” jelas Wawan pada Rabu (24/12/25).
Saat ini, TPA Rawa Kucing mengandalkan dua mesin RDF yang beroperasi aktif. Dari total 50 ton sampah yang diproses setiap harinya, fasilitas ini mampu memproduksi hingga 30 ton RDF berkualitas tinggi.
Aspek Ekonomi dan Keberlanjutan

Selain manfaat lingkungan, kerja sama dengan pihak swasta juga mendatangkan nilai tambah secara finansial.
Setiap satu ton RDF dihargai senilai Rp300.000. Meski demikian, Pemerintah Kota Tangerang menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada pengurangan volume limbah dan dukungan terhadap energi hijau.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyatakan kesiapan jajarannya untuk memperluas sistem pengelolaan sampah terintegrasi.
“Kami berkomitmen memperkuat pemilahan sampah mulai dari tingkat rumah tangga, optimalisasi bank sampah, hingga kolaborasi dengan RT dan RW. Tujuannya jelas, yakni berkontribusi nyata pada target nasional dalam pengurangan sampah dan pengembangan energi terbarukan,” tegas Sachrudin.
Poin Utama:
- Total Produksi: 200 ton RDF selama tahun 2025.
- Mitra Strategis: PT Solusi Bangun Indonesia (SBI).
- Kapasitas Produksi: 30 ton RDF per hari dari 50 ton sampah input.
- Nilai Ekonomi: Rp300.000 per ton RDF.
- Fokus Kedepan: Optimalisasi pemilahan sampah di sumber (rumah tangga) dan penguatan peran bank sampah.* (Sumber: Antara)
