Kapasitas TPA Cipeucang Terbatas, Tangsel Targetkan Tutup Permanen 2026

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengaktifan kembali lahan yang sempat ditutup sejak 10 Desember 2025 tersebut bersifat sementara sembari dilakukan penataan fasilitas.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (kiri), menegaskan bahwa pengaktifan kembali lahan yang sempat ditutup sejak 10 Desember 2025 tersebut bersifat sementara sembari dilakukan penataan fasilitas. (Dok. Kompas.com)

TANGERANG SELATAN, DMBGLOBAL.CO.ID – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi mengizinkan kembali operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Serpong, Tangerang Selatan.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah darurat guna mengatasi tumpukan sampah yang mulai memenuhi sudut kota dan permukiman warga dalam sepekan terakhir.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengaktifan kembali lahan yang sempat ditutup sejak 10 Desember 2025 tersebut bersifat sementara sembari dilakukan penataan fasilitas.

Penanganan Kondisi Darurat

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengaktifan kembali lahan yang sempat ditutup sejak 10 Desember 2025 tersebut bersifat sementara sembari dilakukan penataan fasilitas.
Penampakkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan (Tangsel). (Dok. Istimewa)

Menurut Hanif, dinamika persampahan di Tangsel memerlukan respon cepat agar dampak lingkungan tidak semakin meluas. Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai kapasitas tampung yang terbatas.

  • Total Produksi Sampah Tangsel: ± 1.100 ton per hari.
  • Kapasitas Darurat TPA Cipeucang: 400 ton per hari.
  • Defisit Penanganan: Sekitar 600 ton per hari masih perlu dicarikan solusi tambahan.

“Kami instruksikan agar pengelolaan sampah dikembalikan ke Cipeucang dengan pengawasan ketat. Fokus kita adalah memaksimalkan fasilitas pemulihan material di seluruh unit yang ada di Tangsel untuk menekan sisa volume yang belum tertampung,” jelas Hanif saat meninjau lokasi, Senin (22/12/25).

Percepatan Infrastruktur oleh Pemkot Tangsel

Merespons arahan pusat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan langsung bergerak melakukan perluasan area landfill (penimbunan).

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengungkapkan pihaknya sedang membangun akses jalan baru melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk memperlancar distribusi alat berat ke titik penimbunan.

“Pengerjaan jalan akses sedang berlangsung dan diprediksi rampung dalam dua hari ke depan. Fasilitas pendukung lainnya juga terus kami kebut agar sampah yang sempat tertahan bisa segera masuk ke area penimbunan,” ujar Benyamin.

Target Penutupan Permanen Juni 2026

Meski kembali dibuka, Benyamin menegaskan bahwa TPA Cipeucang tidak akan digunakan selamanya.

Pemkot Tangsel tengah menyiapkan transisi besar menuju pengelolaan sampah berbasis teknologi melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).

“Kami optimis pada Juni 2026 TPA Cipeucang sudah bisa ditutup secara permanen. Saat itu, teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik sudah siap menggantikan metode penimbunan konvensional,” tutupnya.* (Sumber: Antara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *