Kejar Target PSEL, Pemkot Serang Lanjutkan Kerja Sama Sampah Tangsel Demi Pasokan Listrik 1.000 Ton

Dapat Rp122 Miliar dari sampah Tangsel, Wali Kota Serang jamin dana kembali ke rakyat. Prioritas untuk subsidi kesehatan gratis, perbaikan jalan, dan modernisasi TPSA Cilowong.
Pemkot Serang resmi lanjutkan kerja sama sampah dengan Tangsel di TPSA Cilowong. Dana Rp122 miliar dialokasikan untuk kesehatan warga, infrastruktur, dan dukung PSEL. (Foto: Dok. Antara)

Serang, DMBGLOBAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memutuskan untuk meneruskan kemitraan pengelolaan sampah kiriman dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuju Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memastikan kebijakan ini diambil dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi serta berorientasi penuh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terdampak.

Melalui perpanjangan kesepakatan ini, Kota Serang diprediksi akan mengantongi pendapatan total senilai Rp122 miliar setiap tahunnya. Angka tersebut merupakan akumulasi dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp65 miliar dan retribusi sampah senilai Rp57 miliar.

Budi menjamin bahwa seluruh dana yang masuk akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program pembangunan dan kesejahteraan.

Menanggapi keresahan warga mengenai dampak lingkungan, Budi memberikan penjelasannya.

“Kami mendengar suara masyarakat. Kekhawatiran soal dampak lingkungan dan kesehatan adalah hal yang wajar. Oleh karena itu, kompensasi ini kami prioritaskan untuk subsidi dan pelayanan kesehatan gratis agar warga merasa terlindungi,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/1/26).

Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Modernisasi TPSA

Dana kompensasi yang nilainya disebut-sebut melampaui anggaran jalan Dinas PUPR Kota Serang ini tidak hanya dialokasikan untuk sektor kesehatan.
Pemkot Serang akan menggunakannya untuk pembenahan infrastruktur vital, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, pembuatan drainase pencegah banjir, pembangunan depo sampah, hingga renovasi sarana peribadatan.

Di sisi teknis pengelolaan, Pemkot Serang menerapkan modernisasi di TPSA Cilowong guna meminimalisir bau tidak sedap dan risiko pencemaran lainnya.

“Kami melakukan pengadaan alat berat tambahan dan membangun sistem pengolahan air lindi agar tidak mencemari permukiman. Kami juga menanam pohon penyangga di sekeliling kawasan agar lingkungan tetap asri,” tambah Budi.

Mendukung Program Sampah Jadi Listrik (PSEL)

Kerja sama ini juga dinilai strategis untuk mendukung Program Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Saat ini, volume sampah domestik Kota Serang baru mencapai 419 ton per hari, sedangkan operasional mesin PSEL membutuhkan pasokan minimal 1.000 ton sampah per hari.

Suplai tambahan dari Tangsel dianggap solusi tepat untuk memenuhi kuota tersebut.

Sebagai penutup, Budi menegaskan bahwa tujuan akhir dari kerja sama ini adalah transformasi energi.

“Kerja sama ini bukan memindahkan masalah, tetapi ikhtiar bersama agar pengelolaan sampah menjadi lebih modern. Dengan pasokan yang cukup, kita bisa mengubah masalah sampah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.* (Sumber: Antara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *