Nusabin Luncurkan Srikandi: Revolusi Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis AI dari Alumni MAN IC Serpong

Mengenal Srikandi, robot pemilah sampah pintar karya alumni MAN IC Serpong. Gabungan AI dan IoT untuk solusi sampah masa kini.
Srikandi, Inovasi tempat sampah pintar berbasis AI dan IoT buatan alumni MAN IC Serpong, pilah sampah otomatis jadi mudah dan efisien. (Foto: Kemenag)

Serpong, DMBGLOBAL – Mendengar nama “Srikandi”, mungkin yang terlintas di benak kita adalah sosok pewayangan wanita yang tangguh dan mahir memanah. Namun, di tangan para alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Serpong, nama ini bertransformasi menjadi sebuah inovasi teknologi lingkungan yang canggih.

Srikandi adalah nama yang disematkan untuk sistem pengelolaan sampah pintar (smart waste management) yang memadukan Kecerdasan Buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan Robotika.

Dikembangkan oleh startup @nusabin.id, teknologi ini dirancang untuk memilah sampah secara otomatis. Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi kebersihan, tetapi juga bukti nyata kepedulian alumni MAN IC Serpong terhadap isu lingkungan melalui pendekatan kewirausahaan teknologi (technopreneurship).

Kolaborasi Tiga Alumni Angkatan 22

Mengenal Srikandi, robot pemilah sampah pintar karya alumni MAN IC Serpong. Gabungan AI dan IoT untuk solusi sampah masa kini.
Srikandi, Inovasi tempat sampah pintar berbasis AI dan IoT buatan alumni MAN IC Serpong, pilah sampah otomatis jadi mudah dan efisien. (Foto: Kemenag)

Di balik kecanggihan Srikandi, terdapat tiga sosok muda inspiratif dari alumni MAN IC Serpong angkatan 22, yaitu Zhafir, Rayhan, dan Galih. Ketiganya berhasil merealisasikan ide yang sebenarnya sudah tumbuh sejak mereka masih duduk di bangku madrasah.

Nusabin sendiri resmi berdiri pada Juli 2025. Startup ini lahir dari reuni para sahabat lama—Ariz, Rayhan, dan Galih—yang bertemu kembali setelah menuntaskan pendidikan tinggi dan memasuki dunia kerja.

“Keinginan untuk membuat inovasi tersebut sudah ada sejak berstudi di IC Serpong namun belum menemukan pola dan mekanismenya,” ungkap Galih.

Cara Kerja Srikandi: #ItMustBeSimple

Zhafir menjelaskan Srikandi bekerja dengan memilah sampah langsung dari sumbernya (hulu). Berkat integrasi AI dan robotika, proses pemilahan menjadi jauh lebih efisien tanpa menyulitkan pengguna.

Prinsip ini selaras dengan tagline Nusabin, yaitu “#ItMustBeSimple!”.

“Srikandi kami mulai di MAN Insan Cendekia Serpong sebagai titik awal,” ujar Zhafir di Serpong, Jumat (9/1/26).

Harapannya, teknologi ini dapat membangun kebiasaan positif (habit) baru bagi seluruh warga sekolah dalam mengelola sampah.

Implementasi Pilot Project di Madrasah

Kepala MAN IC Serpong, Hilal Najmi, menyambut positif kehadiran Srikandi. Pihak sekolah telah melakukan uji coba atau pilot project penggunaan alat ini pada rentang 8 – 22 Desember 2025.

Menurut Hilal, Srikandi menawarkan solusi cerdas di tengah tantangan edukasi dan regulasi sampah nasional. Alat ini memiliki tiga fungsi utama yang berjalan otomatis:

  • Memilah jenis sampah.
  • Merekam data volume sampah.
  • Melaporkan data tersebut secara real-time.

“Srikandi inovatif sekaligus solutif untuk membantu memilah sampah tanpa harus mengeluarkan effort berlebih. Tinggal buang sampah seperti biasa, maka seseorang dengan tanpa sadar sudah melakukan tiga hal tersebut,” papar Hilal.

Wujud Nyata “Prestasi adalah Dakwah”

Bagi Rayhan, Srikandi bukan sekadar alat, melainkan simbol perubahan. Inovasi ini lahir dari semangat alumni untuk memberikan dampak luas yang dimulai dari lingkungan tempat mereka dibesarkan.

Hal ini merupakan manifestasi dari nilai luhur yang ditanamkan di MAN IC Serpong: “Belajar adalah Ibadah, Prestasi adalah Dakwah.”

Hilal Najmi menegaskan bahwa pihak madrasah akan terus mendukung karya para alumninya.

“MAN IC tentu akan mensuport setiap karya dan kreasi alumninya meski hanya bersifat memberi masukan-masukan untuk pengembangan Srikandi,” tandasnya.* (Sumber: Rilis Kemenag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *