Atasi Darurat Sampah, Petugas Gabungan Patangpuluhan Edukasi Warga di Depo Gedongkiwo

Upaya Tiga Pilar Patangpuluhan awasi Depo Gedongkiwo guna cegah tumpukan sampah Yogyakarta dan edukasi pilah sejak dari rumah.
Upaya Tiga Pilar Patangpuluhan awasi Depo Gedongkiwo guna cegah tumpukan sampah Yogyakarta dan edukasi pilah sejak dari rumah. (Foto: dok. Humas Polsek Wirobrajan)

YOGYAKARTA, DMBGLOBAL – Penanganan masalah sampah di Kota Yogyakarta menuntut aksi nyata dan kolaborasi di tingkat akar rumput. Merespons hal tersebut, jajaran Tiga Pilar Kelurahan Patangpuluhan, Wirobrajan, turun ke lapangan untuk memantau langsung aktivitas pembuangan limbah di Depo Sampah Gedongkiwo, Selasa (23/6/2026).

Aksi yang diinisiasi oleh Lurah Patangpuluhan Dinda Kardina, S.I.P., bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Maryono dan Babinsa ini bertujuan untuk memastikan ritme pembuangan sampah oleh para pencacah maupun armada pengangkut berjalan tertib tanpa memicu penumpukan.

Tegakkan Aturan Jam Operasional Depo
Dalam pemantauan tersebut, petugas mendapati pentingnya pengawasan ketat agar tidak ada penumpukan volume sampah yang berlebih. Oleh karena itu, personel Linmas dan pengawas sampah kelurahan kini disiagakan di lokasi demi menyekat warga atau oknum yang nekat membuang sampah di luar jam operasional resmi.

Upaya Tiga Pilar Patangpuluhan awasi Depo Gedongkiwo guna cegah tumpukan sampah Yogyakarta dan edukasi pilah sejak dari rumah. (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

“Sinergitas antara jajaran aparatur, petugas keamanan, dan warga adalah kunci utama. Monitoring berkala ini menjadi bagian dari strategi besar kita dalam menyukseskan program penanganan darurat sampah di wilayah Yogyakarta,” tegas Dinda Kardina di sela-sela kegiatan.

Dorong Pemilahan Sejak dari Rumah
Selain fungsi kontrol, kegiatan ini juga dioptimalkan sebagai sarana edukasi langsung (sosialisasi) kepada masyarakat. Petugas gabungan tak lelah mengingatkan warga yang datang untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur rumah masing-masing.

Bhabinkamtibmas Patangpuluhan, Aiptu Maryono, menyebutkan bahwa kehadiran pihak kepolisian adalah untuk menjamin stabilitas, ketertiban, sekaligus mengawal kebijakan lingkungan hidup ini agar berjalan humanis namun tetap tegas.

“Sampah adalah urusan bersama, bukan cuma beban pemerintah. Kami mengimbau masyarakat untuk tertib waktu, tidak asal buang, dan mulai disiplin memilah dari rumah. Jika lingkungan bersih, otomatis wilayah kita jadi lebih sehat dan aman,” kata Aiptu Maryono.

Melalui konsistensi pengawasan di Depo Gedongkiwo ini, diharapkan tata kelola sampah di tingkat kelurahan semakin rapi, sehingga target Kota Yogyakarta yang bersih, nyaman, dan bebas dari ancaman penumpukan sampah dapat segera terwujud.*

Sumber: Humas Polsek Wirobrajan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *