DMB Global Rombak Struktur Manajemen, Amir Fikri Mundur dan 600 Ribu Saham Beralih

RUPS DMB Global menyetujui pengunduran diri Amir Fikri, pengalihan saham, serta perubahan Direksi dan Komisaris Perseroan. (Foto: Agus/DMBGlobal)

Poin Penting

  • Amir Fikri resmi mengundurkan diri sebagai Direktur DMB Global efektif 21 Agustus 2026.
  • RUPS menyetujui pengalihan total 600.000 saham kepada Amir Ibrahim dan Musdhalifah Machmud.
  • DMB Global menetapkan susunan baru Direksi dan Dewan Komisaris serta mengesahkan program kerja 2026.

JAKARTA, DMBGlobal – PT Daya Mitra Bersama Global (DMB Global) melakukan perubahan pada struktur kepemilikan saham serta jajaran manajemen perusahaan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui sejumlah agenda strategis pada 24 Agustus 2026.

RUPS yang digelar di Ruang Carter Lantai 4, Gedung Perbanas Institute, Jakarta, itu berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dan dipimpin Direktur Utama DMB Global, Benny Bernadus.

Salah satu keputusan utama rapat adalah menerima pengunduran diri Amir Fikri dari posisi Direktur Perseroan. Pengunduran diri tersebut berlaku efektif sejak 21 Agustus 2026.

Seiring berakhirnya masa jabatan itu, Amir Fikri tidak lagi memiliki kewenangan maupun tanggung jawab sebagai anggota Direksi DMB Global sejak tanggal efektif pengunduran dirinya.

RUPS juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kontribusi serta kerja sama Amir Fikri selama menjalankan tugas sebagai Direktur.

Selain perubahan jabatan, rapat pemegang saham menyetujui dua transaksi pengalihan saham dengan jumlah yang sama.

Sebanyak 300.000 saham milik Amir Fikri dialihkan kepada Amir Ibrahim. Saham tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per lembar dengan nilai nominal keseluruhan Rp30 juta dan tercatat sebagai 12,5 persen kepemilikan.

Pengalihan kedua menyangkut 300.000 saham milik almarhum Ir. Waskiting Pribadi kepada Musdhalifah Machmud, dengan nilai nominal dan persentase kepemilikan yang sama.

Dengan demikian, berdasarkan keputusan RUPS, terdapat total 600.000 saham yang dialihkan melalui dua transaksi tersebut.

RUPS memberikan kewenangan kepada Direksi untuk mencatat perubahan kepemilikan tersebut dalam Daftar Pemegang Saham. Notaris juga diberi kuasa untuk menjalankan tindakan hukum dan administratif yang diperlukan.

Empat Komisaris

Perubahan tidak hanya terjadi pada kepemilikan saham. Struktur Dewan Komisaris DMB Global juga diperluas.

Dalam susunan baru, Sutriono Edi tetap menjabat Komisaris Utama, sedangkan Aziz Bahtiar tetap sebagai Komisaris. Dua nama yang masuk dalam susunan baru adalah Musdhalifah Mahmud dan Hezlisyah Siregar, masing-masing sebagai Komisaris.

Keputusan tersebut berlaku sejak tanggal yang ditetapkan RUPS atau tanggal lain sebagaimana ditentukan dalam keputusan RUPS dan/atau Akta Notaris.

Direksi Bertambah

RUPS juga menetapkan susunan Direksi baru. Benny Bernadus tetap menduduki posisi Direktur Utama.

Tiga posisi lainnya diisi Aryanto Purwadi sebagai Direktur Keuangan, Janita Meliala sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, dan Amir Ibrahim sebagai Direktur Operasional.

Pembagian tugas turut ditetapkan. Direktur Utama menangani kepemimpinan dan pengelolaan umum perusahaan, hubungan dengan pemegang saham serta Dewan Komisaris, koordinasi antar-direktorat, dan pengawasan pencapaian target perusahaan.

Direktur Keuangan bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan, laporan keuangan, perpajakan, serta administrasi keuangan. Direktur Pengembangan Bisnis berfokus pada bisnis baru, kerja sama strategis, dan strategi pertumbuhan.

Adapun Direktur Operasional bertugas memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai target dan anggaran, sekaligus mendorong efisiensi operasional.

Fokus Bisnis 2026

Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga mengesahkan Program Kerja DMB Global Tahun 2026.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat bisnis, meningkatkan pendapatan, mengembangkan proyek dan kemitraan strategis, serta memperkuat tata kelola perusahaan.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain karbon, lingkungan, keberlanjutan, energi, sampah, serta bidang terkait lainnya.

Perseroan juga merencanakan pengembangan jasa konsultasi, pelatihan, sertifikasi, pendampingan dan jasa profesional. Program pelatihan akan dilaksanakan melalui skema online, offline maupun hybrid.

Pada sektor karbon dan keberlanjutan, program kerja mencakup tata kelola karbon, penghitungan dan pengelolaan emisi, carbon trading, carbon project, MRV, ESG dan sustainability, pengelolaan sampah, waste to energy, ekonomi sirkular serta konsultasi dan pendampingan lingkungan.

Di sisi operasional dan keuangan, Perseroan menargetkan penguatan SOP, digitalisasi proses bisnis, efisiensi biaya, peningkatan kualitas pelayanan, pengendalian biaya operasional, peningkatan cash flow, serta pengembangan sumber pendanaan.

RUPS juga menekankan penguatan transparansi dan akuntabilitas, fungsi Direksi dan Dewan Komisaris, laporan manajemen berkala, indikator kinerja utama atau KPI, serta evaluasi program kerja.

Untuk melaksanakan seluruh keputusan tersebut, Direksi dan/atau Notaris yang ditunjuk mendapat kuasa untuk menuangkan hasil RUPS ke dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat dan mengurus perubahan data Perseroan melalui sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum Republik Indonesia.

RUPS DMB Global kemudian ditutup pada pukul 12.00 WIB di Jakarta.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *