Kepala Pusgenri di Forest Youthverse Summit 2026, Anak Muda Harus Jadi Penggerak, Bukan Penonton Isu Kehutanan

Forest Youthverse Summit 2026 di Pulau Pramuka sukses gerakkan 70 pemuda jadi inovator pelestari biodiversitas Indonesia.
Forest Youthverse Summit 2026 di Pulau Pramuka sukses gerakkan 70 pemuda jadi inovator pelestari biodiversitas Indonesia. (dok. Kehutanan,go.id)

DMBGLOBAL – Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan, bekerja sama dengan Green Generation Indonesia, sukses menyelenggarakan Forest Youthverse Summit 2026.

Acara bertajuk “Biodiversity Action Camp: Inisiatif Generasi Muda dalam Pelestarian Keanekaragaman Hayati” ini berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Mei 2026, di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Forest Youthverse Summit 2026 dirancang sebagai Collaborative Ecosystem yang berfungsi sebagai ruang kolaboratif bagi generasi muda, praktisi kehutanan, pemerintah, komunitas, hingga sektor teknologi. Melalui wadah ini, ide kreatif anak muda dihubungkan langsung dengan pengalaman lapangan untuk melakukan aksi nyata dalam pelestarian biodiversitas laut dan pesisir.

Pendekatan Empat Langkah: Connect hingga Impact

Sebanyak 70 peserta yang dijuluki Generasi Pelestari Hutan (Genries) dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti rangkaian kegiatan intensif ini. Panitia menerapkan pendekatan khusus berbasis empat pilar utama:

  • Connect: Membangun kedekatan emosional dengan lingkungan dan sesama peserta.
  • Explore: Belajar langsung dari alam dan para praktisi di lapangan.
  • Create: Merancang solusi inovatif atas permasalahan lingkungan saat ini.
  • Impact: Melakukan aksi nyata serta mendeklarasikan komitmen bersama.

Kepala Pusgenri, Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar kemah atau pertemuan pemuda biasa, melainkan sebuah ruang pembelajaran transformatif untuk mencetak pemimpin masa depan di bidang pelestarian hutan dan biodiversitas.

“Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton isu kehutanan. Anak muda harus menjadi penggerak perubahan, menghadirkan solusi, membangun kolaborasi, dan membawa aksi nyata untuk menjaga masa depan hutan dan biodiversitas Indonesia,” ujar Luckmi dalam arahannya.

Kolaborasi Ide dan Aksi Nyata di Lapangan

Rangkaian acara dimulai dengan sesi Connection Circle untuk membangun pondasi kolaborasi antarpeserta. Pada hari kedua, suasana semakin dinamis dengan digelarnya Green Generation Ceremony dan Interactive Talkshow bertema “Biodiversitas adalah Kita”. Diskusi interaktif ini menghadirkan narasumber dari Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, INSPIRIT, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta.

Tak berhenti pada diskusi, para peserta juga ditantang dalam sesi Pitching Collaboration. Sebanyak 23 kelompok inovasi generasi muda mempresentasikan ide-ide kreatif mereka mengenai konservasi, edukasi lingkungan, teknologi hijau, hingga pengelolaan sampah di hadapan dewan pakar dan praktisi.

Memasuki hari ketiga, para Genries terjun langsung ke lapangan untuk melakukan aksi konservasi konkret, yang meliputi:

Mangrove Action: Penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir.

Coral Reef Education: Edukasi dan praktik langsung transplantasi terumbu karang.

Sea Turtle Release: Pelepasan tukik (anak penyu) ke habitat aslinya.

Literacy & Waste Tour: Mempelajari sistem pengelolaan sampah dan literasi lingkungan di Pulau Pramuka.

Melahirkan Biodiversity Innovator

Melalui pengalaman langsung ini, Forest Youthverse Summit 2026 berhasil mendorong transformasi pola pikir peserta, dari yang semula hanya bertindak sebagai pengamat, kini menjadi seorang Biodiversity Innovator yang siap membawa perubahan positif di daerah masing-masing.

Kegiatan ini resmi ditutup pada hari keempat setelah para peserta melewati sesi Deep Reflection serta mengikrarkan Declaration & Closing sebagai bentuk komitmen jangka panjang.

Melalui gelaran ini, Pusgenri dan Green Generation Indonesia berharap dapat melahirkan lebih banyak motor penggerak yang mampu mengintegrasikan inovasi, kreativitas, dan kolaborasi demi menjaga keberlanjutan hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia di masa depan.* (Kehutanan.go.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *