
DMBGLOBAL – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning (FIA UNILAK). Kerja sama ini menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara KLH/BPLH dan Universitas Lancang Kuning yang telah terjalin sejak Juli 2025.
Kolaborasi tersebut juga memperkuat sinergi sebelumnya antara KLHK dan UNILAK untuk periode 2021–2026 dalam mendukung pengendalian perubahan iklim di Indonesia.
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim KLH/BPLH, Irawan Asaad, menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memastikan kebijakan iklim dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki peran kunci untuk memastikan kebijakan pengendalian perubahan iklim benar-benar menyentuh masyarakat dan memberikan manfaat nyata di tingkat tapak”.
Dekan FIA UNILAK, Khuriyatul Husna, juga menyampaikan komitmen kampusnya dalam mendukung implementasi kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan praktik-praktik terbaik yang berdampak langsung dan dapat diterapkan di berbagai wilayah.
Kemitraan yang dirancang berlangsung selama empat tahun ini mengintegrasikan bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk memperkuat aksi iklim di lapangan. Fokus utama kerja sama mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan literasi iklim bagi sivitas akademika.
Selain itu, kedua pihak juga akan melakukan kajian strategis melalui penelitian, pemetaan, hingga evaluasi kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Sejumlah agenda prioritas telah disiapkan dalam kerja sama ini. Di antaranya penyelenggaraan simposium internasional mengenai tata kelola iklim, diseminasi kebijakan nasional terkait Nationally Determined Contribution (NDC) dan Sistem Registri Nasional, hingga penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
Sebagai bentuk implementasi nyata di lapangan, program KKN Tematik akan melibatkan mahasiswa dalam pendampingan administrasi, penguatan kelembagaan lokal, edukasi lingkungan, serta monitoring aksi iklim berbasis masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu mendukung pencapaian target nasional pengendalian perubahan iklim sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
Melalui sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi ini, diharapkan lahir generasi muda yang kompeten, peduli lingkungan, serta mampu mendorong tata kelola sumber daya alam yang lebih berkelanjutan dan mandiri.* (kemenlh)
