
JAKARTA, DMBGLOBAL – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa peran Kementerian Lingkungan Hidup semakin strategis di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim global. Hal tersebut disampaikannya saat melantik jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pejabat Fungsional di Jakarta.
Menurut Menteri Jumhur, isu lingkungan hidup kini telah menjadi perhatian utama dunia karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, aparatur KLH/BPLH dituntut memiliki kapasitas yang mumpuni, baik dalam penguasaan substansi lingkungan maupun kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi di tingkat internasional.
Ia mengungkapkan, pandangan tersebut semakin menguat setelah menghadiri London Climate Action Week (LCAW) 2026 di London, Inggris. Dalam forum tersebut, isu energi dan lingkungan hidup disebut sebagai dua sektor yang menjadi fokus utama berbagai negara.
“Saya baru saja dari London. Mereka mengatakan bahwa di dunia saat ini hanya ada dua kementerian yang benar-benar menjadi perhatian, yaitu kementerian energi dan kementerian lingkungan hidup. Kementerian energi penting karena kehidupan bergantung pada energi, sedangkan kementerian lingkungan hidup bertugas menyelamatkan bumi. Karena itu, peran KLH menjadi sangat penting,” kata Menteri Jumhur.
Selain memperkuat kapasitas kelembagaan, Menteri Jumhur juga menekankan bahwa kebijakan pengendalian perubahan iklim harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, transisi menuju energi bersih tidak cukup hanya berfokus pada target penurunan emisi, tetapi juga harus menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa mitigasi dan adaptasi perubahan iklim merupakan dua pilar utama dalam menghadapi krisis iklim. Namun, kedua upaya tersebut harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat agar proses transisi berlangsung secara adil dan inklusif.
“Kita juga harus memastikan adanya prosperity atau kesejahteraan. Jangan sampai kebijakan perubahan iklim hanya berbicara tentang mitigasi dan adaptasi, tetapi tidak menghadirkan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menteri Jumhur berharap seluruh aparatur KLH/BPLH mampu menjalankan tugas secara profesional dan adaptif terhadap perkembangan global. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berkontribusi dalam pengendalian perubahan iklim, tetapi juga mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.*
Sumber: Humas KLH
