
Jakarta, DMBGlobal – Pasar kepatuhan (compliance market) bersiap menghadapi gelombang permintaan baru seiring meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.
Jika konflik berkepanjangan menghentikan arus LNG dari produsen utama, industri diprediksi akan beralih ke bahan bakar fosil yang lebih murah namun lebih kotor demi menekan biaya operasional.
Menurut data BloombergNEF, gangguan di titik transit strategis seperti Selat Hormuz akan memaksa sektor pembangkitan listrik menggunakan energi berbasis karbon tinggi.
Kondisi ini secara otomatis akan meningkatkan kewajiban pembelian izin emisi bagi perusahaan yang terikat regulasi karbon.
Contoh nyata kesiagaan ini terlihat di Taiwan dan Italia. Keduanya mulai memperkuat cadangan energi berbasis bahan bakar konvensional untuk menghindari krisis listrik, sebuah langkah yang secara tidak langsung akan mendorong volume perdagangan di pasar kredit karbon dalam waktu dekat.* (Sumber: Bloomberg)
