PLN EPI Tancap Gas: Bidik Ekspor 1 Juta Ton Biomassa ke Polandia dan Jepang

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan langkah ekspor ini merupakan strategi untuk mengoptimalkan potensi biomassa nasional. Saat ini, kebutuhan domestik melalui program cofiring di PLTU belum mampu menyerap seluruh hasil produksi lokal.
Ilustrasi Energi Biomassa. (Foto: Freepik)

Jakarta, DMBGlobal – PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) resmi memperluas jangkauan bisnisnya ke pasar internasional. Subholding dari PT PLN (Persero) ini menargetkan ekspor biomassa hingga 1 juta ton pada tahun 2026, memanfaatkan besarnya potensi bahan baku bioenergi di tanah air yang belum sepenuhnya terserap oleh pembangkit domestik.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan langkah ekspor ini merupakan strategi untuk mengoptimalkan potensi biomassa nasional. Saat ini, kebutuhan domestik melalui program cofiring di PLTU belum mampu menyerap seluruh hasil produksi lokal.

“Kalau kita bisa mengamankan ekspor sampai 1 juta ton tahun ini, itu sudah bagus. Saat ini yang sudah terkontrak sekitar 200.000 ton, jadi masih ada sekitar 800.000 ton lagi yang akan kita kejar,” ujar Hokkop dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026), dikutip Kamis, 12 Maret 2026.

Selisih Harga Jadi Daya Tarik Utama
Komoditas yang menjadi primadona ekspor kali ini adalah cangkang sawit dan wood pellet. Selain karena melimpahnya pasokan, perbedaan harga antara pasar domestik dan global menjadi alasan kuat PLN EPI mulai “jualan” ke luar negeri.

Hokkop merinci, harga biomassa untuk kebutuhan cofiring di dalam negeri berada di kisaran Rp700.000 per ton. Sementara itu, di pasar ekspor, harga cangkang sawit bisa melambung hingga Rp1 juta sampai Rp1,3 juta per ton. Bahkan, dalam situasi tertentu, harganya bisa menyentuh dua kali lipat harga lokal.

“Material yang kalorinya tinggi seperti cangkang sawit dan pelet itu justru lebih kompetitif kalau dijual ke pasar ekspor. Jadi daripada tidak terserap, sebagian kita arahkan ke ekspor,” jelasnya.

Prioritas Dalam Negeri Tetap Terjaga
Meskipun sudah menjalin kontrak dengan Polandia dan tengah menjajaki pasar Jepang, PLN EPI menegaskan bahwa ketahanan energi dalam negeri tidak akan dikesampingkan.

Ekspor dilakukan karena keterbatasan teknis mesin pembangkit di Indonesia yang belum sepenuhnya bisa membakar biomassa kualitas tinggi secara optimal. Di sisi lain, PLN EPI sendiri terus menggenjot penyerapan lokal. Jika pada tahun 2025 realisasi penyerapan berada di angka 2,4 juta ton, maka pada tahun 2026 ini targetnya naik signifikan menjadi 3,65 juta ton.

Hokkop optimistis bahwa langkah ini akan menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam peta bioenergi dunia.

“Dengan potensi hayati yang besar, Indonesia sebenarnya bisa menjadi salah satu pemain utama bioenergi dunia, termasuk untuk pasar ekspor biomassa,” tutup Hokkop.* (Sumber: Siaran Pers)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *