Shelter TPS Pekayon Pastikan Pengangkutan Sampah Pasar Rebo Tetap Lancar Selama Masa Peralihan

Pengoperasian tempat penampungan sampah sementara (TPS) di Jalan Raya Bogor RW 02, Kelurahan Pekayon, terbukti mampu menjaga kelancaran pengelolaan sampah di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, selama masa peralihan dari TPS Jalan Pendidikan.
Tempat penampungan sampah sementara di Jalan Raya Bogor RW 02 Pekayon berperan penting menjaga kebersihan Kecamatan Pasar Rebo dengan menampung sampah dari lima kelurahan sebelum diangkut ke TPST Bantar Gebang. (Foto: dok. Kominfotik)

DMBGLOBAL – Tempat penampungan sampah sementara (TPS) di Jalan Raya Bogor RW 02, Kelurahan Pekayon, dinilai berhasil menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Fasilitas ini difungsikan sebagai lokasi transit sementara menggantikan TPS Jalan Pendidikan yang sedang dalam masa peralihan operasional.

Shelter tersebut saat ini menerima kiriman sampah dari lima kelurahan, yaitu Pekayon, Cijantung, Baru, Kalisari, dan Gedong.

Sistem pengelolaan dilakukan dengan mekanisme pemindahan bertahap sebelum sampah dikirim ke lokasi pengolahan akhir.

Lurah Pekayon, Ahmad Bakri, menjelaskan sampah dari permukiman warga diangkut menggunakan armada kecil menuju shelter, kemudian dipindahkan ke truk berkapasitas besar untuk dibawa ke TPST Bantar Gebang.

Sejak mulai beroperasi pada 2 Maret lalu, proses pengangkutan berlangsung tertib tanpa menimbulkan penumpukan.

“Di shelter ini menjadi tempat transit sementara seluruh sampah. Dari mobil kecil, germor atau armada lainnya yang diambil dari pemukiman warga, sampah dipindahkan ke truk besar untuk dibuang ke TPST Bantar Gebang,” kata Bakri, saat dikonfirmasi tim Sudin Kominfotik, Rabu (8/4/2026).

Upaya pengurangan timbulan sampah juga terus diperkuat melalui pengaktifan bank sampah di setiap RW.

Selain itu, masyarakat didorong melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga hingga lingkungan rumah ibadah guna menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pengolahan akhir.

Staf Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Pasar Rebo, Marudin, menuturkan pengangkutan sampah dilakukan secara intensif setiap hari dengan melibatkan enam truk berkapasitas 10 ton. Armada tersebut mengangkut sekitar 120 ton sampah dalam dua rit perjalanan per truk.

Penggunaan truk besar menjadi strategi utama untuk menyesuaikan kuota pengiriman sampah ke Bantar Gebang yang dibatasi maksimal 14 rit per hari.
Operasional armada dibagi dalam tiga shift agar proses pengangkutan tetap berjalan optimal.

“Sejauh ini, selama proses peralihan sementara dari TPS Jalan Pendidikan ke shelter RW 02 Pekayon tidak ada kendala berarti. Armada setiap hari rutin mengangkut sampah ke TPST Bantar Gebang, kemudian tidak ada penumpukan sampah di shelter walau sampah dari warga terus dikirim untuk ditampung sebelum dibuang ke Bantar Gebang,” ungkap Marudin.* (Sumber: Kominfotik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *