
MEDAN, DMBGLOBAL – Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi timbunan sampah.
Hal itu disampaikan Sofyan Tan saat membuka Bimbingan Teknis Pemanfaatan Limbah dan Sampah Plastik Kota Medan yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Hotel Grand Kanaya, Medan, Sabtu (27/6).
Menurut Sofyan Tan, tingginya biaya produksi masih menjadi kendala utama yang dihadapi petani. Sebagian besar modal usaha tani digunakan untuk membeli pupuk dan kebutuhan produksi lainnya sehingga daya saing hasil pertanian dalam negeri masih kalah dibandingkan produk impor.
Ia mencontohkan jeruk asal Tiongkok yang dapat dipasarkan dengan harga lebih murah karena didukung penerapan teknologi pertanian yang mampu meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas hasil panen.
“Keunggulan mereka bukan semata-mata karena lahannya lebih baik, tetapi karena mampu memanfaatkan teknologi dalam seluruh proses pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga pascapanen,” kata Sofyan Tan.
Menurutnya, Indonesia perlu mengembangkan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik daerah, termasuk mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos. Selain mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penggunaan pupuk organik juga dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan lahan, serta menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan bernilai ekonomi lebih tinggi.
Sofyan Tan juga membagikan pengalamannya mendampingi sekitar seribu petani kopi Arabika di Gayo, Aceh. Melalui pendampingan tersebut, petani mulai beralih dari penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik sehingga kualitas tanah dan hasil panen meningkat.
Ia mengatakan kopi Arabika yang dihasilkan para petani tersebut kini diekspor ke pasar Eropa dengan nilai jual yang tinggi. Menurutnya, perubahan pola pengelolaan lahan menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus mengurangi praktik pembukaan lahan baru.
Sementara itu, Ahli Muda Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Faizinal Abidin, S.T., M.T., mengatakan pemanfaatan sampah organik dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga. Masyarakat, kata dia, dapat mengolah sisa makanan, daun kering, dan limbah organik lainnya melalui lubang biopori atau media tanam sehingga bermanfaat bagi lingkungan.
Ia juga mengimbau masyarakat membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah sebagai langkah awal membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.*
Sumber: PenaBICARA.com
