
JEMBER, DMBGLOBAL – Sebagai langkah nyata pasca-sosialisasi pemilahan limbah domestik, warga Kelurahan Kaliwates kini mulai mengaktifkan sistem Bank Sampah mandiri di tingkat RW. Langkah ini diambil guna menekan volume buangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus memberikan nilai ekonomis tambahan bagi ibu rumah tangga.
Program yang dimotori oleh kader lingkungan dan ibu-ibu PKK ini berfokus pada penyetoran sampah anorganik kering yang bernilai jual, seperti botol plastik, kardus, dan kaleng bekas.
Lurah Kaliwates menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk tindak lanjut dari edukasi dinas lingkungan hidup terkait manajemen limbah mandiri.

“Kami tidak ingin sosialisasi kemarin hanya jadi wacana. Dengan adanya Bank Sampah ini, warga langsung mempraktikkan cara memilah dan bisa merasakan langsung manfaat ekonominya,” ujarnya saat memantau penimbangan sampah perdana, Sabtu pagi.
Sistem yang diterapkan cukup sederhana. Warga mengumpulkan sampah terpilah dari dapur masing-masing, lalu menyetorkannya ke posko Bank Sampah setiap akhir pekan. Berat sampah yang disetor akan dikonversi menjadi saldo tabungan yang dapat dicairkan sewaktu-waktu.
Salah seorang kader PKK mengungkapkan, antusiasme warga cukup tinggi karena program ini mengubah sudut pandang mereka terhadap barang bekas. Sampah yang dulunya langsung dibuang dan menumpuk di tempat sampah, kini dipilah rapi demi menambah tabungan keluarga.
Selain mereduksi sampah anorganik, pihak kelurahan juga berencana memberikan pelatihan lanjutan untuk pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Melalui konsistensi program ini, Kelurahan Kaliwates optimistis dapat menjadi kelurahan percontohan yang mandiri dan minim sampah di Kabupaten Jember.*
Sumber: ppid.jemberkab.go.id
